Demi Masa

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Imam Syafi’i mengatakan bahwa seandainya Allah tidak menurunkan surat-surat lain selain surat ini (Al- Ashr), maka itu sudah cukup menjadi petunjuk bagi kehidupan manusia.

Dalam surat ini Allah pertama kali mengatakan wal ashri yang artinya demi masa dan ini adalah sumpah. Allah bersumpah dengan salah satu makhluknya. Sementara ahli tafsir mengatakan bahwa jika Allah bersumpah dengan makhluknya, berarti hal itu memiliki kedudukan yang sangat penting dalam struktur kehidupan manusia.

Disini Allah bersumpah dengan waktu. Ini menunjukan waktu memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam kehidupan manusia. Allah mendefinisikan waktu dalam surat Al-Mulk ayat 2 :

ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَيَوٰةَ …. ٢

Dialah yang menciptakan kematian…..” mati dulu yang diciptakan. Artinya dulu kita tidak ada, baru kemudian Allah menciptakan kehidupan. Jadi waktu itu sesungguhnya hidup itu sendiri.

Continue reading “Demi Masa”

Iklan

Misteri Rantai Motor Yang Putus

Ini adalah sebuah kisah nyata yang telah saya alami. Kisah ini telah memberikan banyak pelajaran untuk saya sendiri, semoga yang membaca pun bisa mengambil pelajaran yang berharga dari kisah ini.

Siang itu merupakan hari yang berat bagi saya karena harus meninggalkan istri dan anak untuk bekerja. Maklum lah ditempat saya bekerja belum ada rumah yang bisa untuk di tempati, untuk sementara anak istri tinggal dengan mertua. Konsekuensi nya tiap minggu saya harus pulang pergi antara tempat kerja dan rumah mertua.

Continue reading “Misteri Rantai Motor Yang Putus”

TENTANG WAKTU

Di pagi yang cerah itu merupakan pagi yang lumayan sibuk, setelah semua selesai dengan persiapan dan motor yang sudah udzursaya dengan teman berangkat ke salah satu kantor kecamatan untuk melakukan upcara serah terima mahasiswa KKN, dari kampus ke kecamatan yang dituju.

Dengan jarak yang lumayan jauh kurang lebih sekitar 3 jam, dalam hati saya hanya berharap, tidak terlambat sampai tujuan. Tapi apalah dikata dengan barang bawaan yang lumayan banyak dimotor rupanya saya sudah terlambat, hampir setengah jam. Untungnya masih bisa ikut upacara serah terima tadi. Acara-demi acara dilewati dengan lancar, yang pada akhirnya sampailah pada acara kata sambutan dari bapak camat, dengan perawakan yang lumayan tinggi, bapak camat memulai kata sambutannya. Disela-sela kata sambutannya ada kata –kata dari beliau yang selalu saya ingat sampai sekarang. Beliau mengatakan “Hargailah waktu, karena tuhan saja bersumpah dengan waktu”.

Continue reading “TENTANG WAKTU”

Adonan Kue

Teringat dulu ketika saya masih hidup dipondok pesantren. Tempat yang begitu banyak kenangan, tempat untuk membuat bejuta kenangan indah. Saya masuk pondok karena kemauan saya sendiri. Hari-hari pertama saya dipondok dilalui dengan kesedihan dan air mata, karena jauh dari orang tua semua harus dilakukan sendiri.

Seperti biasa sebagai santri baru masih diberi kelonggaran dari beberapa aturan untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan didalam pondok. Setelah beberapa hari diam dipondok mulailah dibacakan peraturan-peaturan bagi semua santri yang ada dipondok. Setelah mengetahui semua peraturan dari setiap bagian dibacakan. Mulai dari bagian keamanan, bagian kebersihan, bagian pendidikan, bagian olahraga, bendahara, dan bagian bahasa. Betapa kagetnya saya dengan semua peraturan yang ada saya merasa ini seperti “ladang penyiksaaan”. Jauh sekali dengan keseharian saya dirumah. Saya sempat berfikir, apakah saya mampu bertahan lama disini? Apakah saya mampu mengahadapi semua ini !

Continue reading “Adonan Kue”

Yakinkanlah

Wahai yang berdiam dalam hatiku

Bagaimana caraku meyakinkanmu

Untuk kulayarkan rasa cinta ini

Dalam indahnya cinta

 

Wahai dzat pemilik cinta

Berjuta harapan kusandarkan kepadaMu

Untuk meyakinkan dirinya

Rasa tulus hati ini

 

Wahai dzat pemilik cinta

Tautkanlah hati ini

pada seorang yang hatinya

Juga tertaut kepadaMu

KEUTAMAAN ITU ADALAH YANG MEMULAI

Ini akan jadi tulisan pertama ku di blog ini, semoga ini awal yang baik dari suatu rencana yang besar. Kalau tidak memulai dari sekarang, kapan lagi!

Iseng-iseng ngobrak ngabrik lemari, buku tulis semasa dulu sekolah di MA (Madrasah Aliah) rupanya masih ada, padahal sudah lumayan lama. Saya lulus MA tahun 2006.

Setelah dibuka-buka baru sadar ternyata dulu saya sering buat puisi-puisi gitu. Ini dia salah satu puisi yang saya buat dulu.

MENUNGGU HARAPAN

Seminggu sudah berlalu

Saat terakhir ku menatapmu

Dalam suatu ketidakpastian

Apakah kita akan bertemu lagi ?

Dalam menunggu suatu kepastian

Kau berikan aku seberkas cahaya

Menyinari ruang hati ini

Menumbuhkan rasa keyakinan kepadamu

Ku berharap seberkas cahaya itu

Terus menyinari keyakinan ini

Sampai kita bersua kembali

Di suatu masa yang akan datang

Semoga bisa bermanfaat buat pembaca sekalian.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑